Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Agama dan Politik di UIN Jakarta
Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Agama dan Politik di UIN Jakarta

Berita FISIP. Rabu 30 September 2026 - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akan menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan Guru Besar pada Rabu, 30 September 2026, bertempat di Auditorium Harun Nasution. Salah satu akademisi yang akan dikukuhkan adalah Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si., Guru Besar bidang Agama dan Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Idris Thaha mengangkat orasi ilmiah berjudul “Agama di Arena Kekuasaan: Nilai, Aktor, dan Akomodasi (Pengalaman Politik di Indonesia)”. Tema ini menyoroti hubungan antara agama dan kekuasaan, termasuk peran nilai-nilai keagamaan, aktor politik, serta proses akomodasi agama dalam dinamika politik Indonesia.

Kajian mengenai agama dan politik menjadi bagian penting dalam memahami kehidupan demokrasi di Indonesia. Hubungan keduanya tidak hanya berkaitan dengan nilai dan keyakinan masyarakat, tetapi juga dengan proses politik, pembentukan kebijakan, serta interaksi antara institusi keagamaan dan negara.

Riwayat Hidup Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si.

Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si. merupakan akademisi dan peneliti di bidang ilmu politik yang berkiprah di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia lahir di Jenggawah, Jember, Jawa Timur. Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Negeri I Jenggawah, Jember, kemudian dilanjutkan ke Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Jawa Timur.

Ketertarikannya pada kajian keislaman dan politik membawanya menempuh pendidikan tinggi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Jurusan Aqidah dan Filsafat, Fakultas Ushuluddin, hingga meraih gelar sarjana pada 1993. Ia kemudian melanjutkan studi magister Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Depok, dan menyelesaikannya pada 2004.

Pendidikan doktoralnya ditempuh di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam bidang Pemikiran Politik Islam dan diselesaikan pada 2018. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan kajian akademiknya mengenai politik, demokrasi, dan pemikiran politik Islam.

Perjalanan di Dunia Jurnalistik

Sebelum dikenal sebagai akademisi, Idris Thaha memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik. Ketertarikannya terhadap bidang ini tumbuh sejak menjadi santri, ketika ia terlibat dalam penerbitan majalah santri Qalam. Pengalamannya berlanjut melalui sejumlah media mahasiswa, di antaranya Gong Mahasiswa dan koran mahasiswa Institut.

Karier jurnalistiknya kemudian berkembang ke media profesional. Ia pernah berkiprah di tabloid DëTIK, koran Republika, majalah Ummat, Jurnal Tsaqafah, serta buletin Good Governance.

Selain menjadi wartawan, ia juga memiliki pengalaman sebagai redaktur pelaksana di sejumlah media dan penerbitan, termasuk majalah anak Islam Aku Anak Saleh, tabloid ZIS Peduli Ummat, tabloid Ushul-News, Jurnal Mimbar Agama dan Budaya, serta majalah Jurnal Wisuda UIN Jakarta. Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami dinamika sosial, keagamaan, dan politik melalui media.

Kiprah Akademik dan Penelitian

Di lingkungan FISIP UIN Jakarta, Prof. Idris Thaha mengabdikan diri sebagai dosen Program Studi Ilmu Politik dan peneliti pada Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta. Ia juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik FISIP UIN Jakarta.

Bidang kajiannya mencakup perilaku politik, pemilihan umum, politik Islam, demokrasi, serta hubungan agama dan masyarakat. Melalui kegiatan pengajaran dan penelitian, ia turut berkontribusi dalam pengembangan kajian ilmu politik, khususnya yang berkaitan dengan pengalaman demokrasi dan kehidupan politik di Indonesia.

Salah satu kontribusi penelitiannya adalah kajian mengenai pemilihan legislatif 2014 dan politik uang, termasuk tulisan berjudul “Banten: Islamic Parties, Networks and Patronage” yang dimuat dalam buku Electoral Dynamics in Indonesia: Money Politics, Patronage and Clientelism at the Grassroots (2016). Ia juga berkontribusi dalam kajian mengenai dakwah radio dan perkembangan Islam moderat di Indonesia.

Pengukuhan sebagai Guru Besar

Pengukuhan Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si. sebagai Guru Besar bidang Agama dan Politik menjadi pencapaian penting dalam perjalanan akademiknya. Pengukuhan ini sekaligus memperkuat kontribusi FISIP UIN Jakarta dalam pengembangan kajian ilmu sosial dan politik, khususnya mengenai relasi agama, kekuasaan, dan demokrasi di Indonesia.

Melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Prof. Idris diharapkan terus berkontribusi dalam memperluas pemahaman akademik mengenai dinamika agama dan politik, serta mendorong perkembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan persoalan masyarakat.

Keluarga besar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si. atas pengukuhan sebagai Guru Besar bidang Agama dan Politik. Semoga amanah ini semakin memperkuat dedikasi beliau dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.(Riani)