Perdana: Ujian Hasil Riset Tesis Mahasiswa S2 Sosiologi FISIP UIN Jakarta.
Perdana: Ujian Hasil Riset Tesis Mahasiswa S2 Sosiologi FISIP UIN Jakarta.

Berita FISIP, Senin 20 April 2026 – Program Studi Magister (S2) Sosiologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mencatatkan sejarah baru dengan menyelenggarakan ujian hasil riset untuk pertama kalinya. Momentum perdana ini dilaksanakan pada hari Senin, 20 April 2026, bertempat di Ruang Pendadaran, Lantai 2 Gedung FISIP UIN Jakarta.

Suasana di Ruang Pendadaran Lantai 2 FISIP UIN Jakarta, terasa lebih khidmat dari biasanya. Hari itu menjadi tonggak sejarah baru bagi program studi Magister Sosiologi UIN Jakarta karena untuk pertama kalinya diselenggarakan ujian hasil riset mahasiswa magister.

Farkhan Abdurochim Alfarauq, sosok mahasiswa yang menjadi pionir dalam momen ini, tampil dengan penuh percaya diri memaparkan risetnya yang berjudul "Etnis Baduy Mualaf: Kajian Konstruksi Identitas Baduy Muslim". Penelitian ini bukan sekadar tugas akhir, melainkan cerminan ketekunan akademis yang tinggi, terbukti dengan IPK sementara yang nyaris sempurna, yakni 3,88.

Selama sesi berlangsung, konstruksi teoretis dan metodologi penelitian menjadi fokus utama evaluasi untuk memastikan kualitas lulusan magister yang mumpuni. Dibalik layar keberhasilan ini, terdapat bimbingan intensif dari Bapak Ahmad Abrori, M. Si., Ph. D., yang bertindak sebagai pembimbing sekaligus promotor yang mengawal riset ini hingga layak diujikan.

Di bawah bimbingan Bapak Ahmad Abrori sekaligus ketua dewan penguji kali ini Farkhan berhasil mempertahankan temuan risetnya di hadapan dewan penguji yakni M. Hasan Basri, Ph. D. sebagai penguji I dan Dr. Saidin Ernas sebagai penguji II. Diskusi hangat mengenai dinamika identitas masyarakat Baduy Muslim mengalir di ruang ujian, menandai standar kualitas akademik yang ingin dibangun oleh program studi magister ini sejak awal.

"Penelitian yang dipaparkan oleh Farkhan menyoroti dinamika sosiologis mengenai bagaimana warga etnis Baduy yang memutuskan memeluk agama Islam (mualaf) melakukan negosiasi dan konstruksi ulang atas identitas budaya serta keyakinan mereka di tengah struktur sosial masyarakat adat."

Keberhasilan menempuh tahapan ujian hasil ini membuka peluang lebar bagi Farkhan untuk menyelesaikan seluruh studi magisternya dalam waktu tepat 2 tahun. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Farkhan, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan riset sosiologi di UIN Jakarta.

Selamat kepada Farhan, sang pembuka jalan bagi generasi Magister Sosiologi berikutnya!

Penulis: Verda Perdana Aufa