Mahasiswa Ilmu Politik UIN Jakarta Ikuti Lokalatih Transisi Energi Berkeadilan
Berita FISIP. Jumat 09 Oktober 2026 — Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Tim Invictus mengikuti lokalatih bertema “Transisi Energi yang Adil: Membangun Kepemimpinan Mahasiswa untuk Tata Kelola Kendaraan Listrik dan Rantai Pasok Mineral Berbasis HAM dan Gender”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh The Indonesian Legal Resource Center (ILRC) ini berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Depok, Jawa Barat.
Tim Invictus terdiri atas Raden Roro Rania Zahra Wijasena sebagai ketua tim, serta Fadhillah Amalia Putri dan Muhammad Anargya Bhadra Syarief sebagai anggota. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi analisis kebijakan, presentasi, dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Lokalatih ini membahas hubungan antara krisis iklim, transisi energi, dan hak asasi manusia. Pengembangan kendaraan listrik dinilai menjadi bagian dari upaya menurunkan emisi di sektor transportasi, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan mineral kritis, seperti nikel, yang memiliki dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah pertambangan. Karena itu, transisi energi perlu memperhatikan keadilan sosial, kesetaraan gender, partisipasi masyarakat, serta perlindungan lingkungan.
Pada hari pertama, peserta mendalami isu HAM dan krisis iklim. Hari kedua diisi dengan pembahasan perspektif gender dalam transisi energi, strategi mitigasi dan adaptasi, kebijakan serta dampak transisi energi di sektor transportasi, dan akuntabilitas industri otomotif. Sementara itu, hari ketiga berfokus pada kampanye publik untuk transisi energi yang adil dan demokratis serta finalisasi RTL masing-masing tim.
Melalui kegiatan ini, Tim Invictus memperoleh wawasan mengenai kebijakan kendaraan listrik dan rantai pasok mineral kritis, sekaligus memperkuat kemampuan analisis, komunikasi, kerja sama, dan kampanye publik. Perspektif HAM dan gender juga menjadi bagian penting dalam memahami siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang berpotensi terdampak oleh proses transisi energi.
Tim Invictus mempresentasikan hasil dan rencana tindak lanjut.
Sebagai tindak lanjut, Tim Invictus berkomitmen membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada mahasiswa lain, mendorong diskusi di lingkungan kampus, serta mengembangkan kegiatan edukasi atau kampanye publik mengenai transisi energi yang adil. Tim juga berencana membangun jejaring dan kolaborasi dengan mahasiswa maupun organisasi yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Keterlibatan mahasiswa Ilmu Politik dalam lokalatih ini menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif akademik mengenai tata kelola energi dan kebijakan publik. Transisi menuju energi bersih tidak hanya menyangkut teknologi, tetapi juga menuntut tata kelola yang transparan, akuntabel, inklusif, dan menghormati hak masyarakat. (Suryani)
