FISIP UIN Jakarta Gelar Guest Lecture tentang Sejarah Homogenitas Keagamaan di Eropa Barat
Berita FISIP. Kamis 24 September 2026 - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Guest Lecture bertajuk “Not So Innocent: Clerics, Monarchs, and the Ethnoreligious Cleansing of Western Europe” pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Madya FISIP UIN Jakarta dengan menghadirkan Prof. Dr. Şener Aktürk dari Koç University sebagai pembicara dan Satya Graha Habibilah, M.DIA., sebagai moderator.
Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa dan sivitas akademika FISIP UIN Jakarta. Dalam pemaparannya, Prof. Şener Aktürk membahas sejarah hubungan antara kekuasaan keagamaan dan politik di Eropa Barat, khususnya mengenai proses terbentuknya homogenitas keagamaan serta keberadaan kelompok minoritas Muslim dan Yahudi.
Prof. Şener menjelaskan bahwa sejak Gregorian Reform, Kepausan berkembang menjadi otoritas keagamaan yang memiliki pengaruh kuat terhadap kerajaan-kerajaan Eropa Barat. Menurut argumen yang dipaparkannya, hubungan antara Kepausan dan monarki turut berperan dalam berbagai kebijakan terhadap kelompok minoritas melalui pembantaian, pemaksaan konversi, dan pengusiran.
Pembahasan kemudian diperkuat dengan sejumlah contoh sejarah, seperti keberadaan masyarakat Muslim, Yahudi, Ortodoks, dan Katolik di Sisilia. Prof. Şener juga membahas Albigensian Crusade di Prancis serta proses pengusiran Muslim dan Yahudi dari wilayah Iberia, khususnya Spanyol dan Portugal.
Menurut Prof. Şener, proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang terbentuknya masyarakat yang semakin homogen secara keagamaan di Eropa Barat. Ia kemudian menghubungkan proses homogenisasi tersebut dengan perkembangan kolonialisme dan nasionalisme, melalui gagasan “Homogeneity, Colonialism, Nationalism.”
Dalam perspektif ilmu sosial dan politik, pembahasan tersebut memiliki keterkaitan dengan studi hubungan internasional, nasionalisme, genosida, demokratisasi, dan multikulturalisme. Sejarah homogenisasi keagamaan di Eropa Barat juga dipandang penting untuk memahami bagaimana identitas masyarakat dan negara terbentuk dalam perkembangan politik modern.
Melalui Guest Lecture ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami sejarah Eropa Barat dari perspektif yang lebih kritis, khususnya mengenai hubungan agama, kekuasaan, dan pembentukan masyarakat. Diskusi tersebut sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu sejarah dan politik yang masih relevan dalam kajian ilmu sosial kontemporer.(Riani)
