Adjunct Professor Nikita Kuklin Kembali Berkegiatan di FISIP
Berita FISIP. Senin 30 Maret 2026 - Associate Professor Nikita Kuklin dari MGIMO (The Moscow State Institute of International Relations), Russia, kembali melakukan kegiatan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai dari 30 Maret 2020 dan akan berakhir pada 2 April 2026. Sebelumnya, di bulan Desember 2025 dan Januari 2026 Kuklin telah memberikan perkuliahan secara daring (online) kepada mahasiswa FISIP.
Pada Senin 30 Maret 2026 berbarengan dengan aktifnya kembali perkuliahan secara luring (offinle) di FISIP setelah libur panjang Idul Fitri 1447 H, Kuklin memberikan kuliahan secara daring atau tatap muka langsung kepada para mahasiswa FISIP. Perkuliahan diberikan dalam dua sesi pagi hari mulai jam 08.00 – 11.00 dan siang hari mulai jam 13.30 – 15.30 dengan kelas mahasiswa yang berbeda.
Pada sesi pagi hari Kuklin memberikan perkuliahan di hadapan para mahasiswa semester 4 yang mengambil Mata Kuliah Konflik Internasional. Oleh karena itu, topik yang disampaikan Kuklin adalah tentang Konflik Internasional dengan mengambil kasus konflik internasional antara Amerika Serikat dengan sahabat sejatinya Israel melawan Iran. Sedangkan sesi siang hari, Kuklin memberikan perkuliahan di hadapan mahasiswa HI Kawasan Amerika dan Pengkajian Strategik. Di Sesi ini Kuklin lebih banyak berbicara tentang Analisis Multidimensional terhadap kasus perang AS vs Iran.
Yang bertindak sebagai fasilitator atau moderator pada perkuliahan ini adalah dosen pengampu dari mata kuliah terkait. Untuk sesi pagi Aptiani Nurjannah, MA sebagai dosen pengampu MK Konflik Internasional bersama Badrus Sholeh, Ph.D. Sedang sesi siang dipandu oleh Dr. Rahmi Fitrianti sebagai dosen pengampu HI Kawasan Amerika dan Pengkajiaan Strategik.
Sementara itu para mahasiswa yang memadati aula madya lantai 1 FISIP sebagai tempat perkuliahan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini terlihat dari cukup banyaknya mahasiwa yang mengajukan pertanyaan terkait materi.
