Sebanyak 37 calon wisudawan dan wisudawati Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta secara seremonial dilepas oleh Dekan FISIP bapak Dr. Ali Munhanif, M.A., pada rabu (26/6) di ruang Auditorium FISIP UIN Jakarta. Para wisudawan terdiri atas 13 orang dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, 13 orang dari Program Studi Ilmu Politik dan 11 orang dari Program Studi Sosiologi. Para calon widawan dan wisudawati melaksanakan upacara pelepasan sebelum mengikuti Sidang Terbuka Wisuda yang ke 112 Tahun 2019 pada hari minggu (30/6).

Para calon wisudawan dan wisudawati terlihat antusias dan bahagia saat mengikuti acara yang turut dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, Kepala Program Studi, Sekretaris Prodi, Kabag dan Kasubag TU karena Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati merupakan rangkaian agenda dalam masa perjalanan studi mereka selama menjalani perkuliahan sebelum menerima gelar sarjana.

Bersama diselenggarakannya acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati, diumumkan pula sejumlah calon lulusan berprestasi, yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Dimana untuk lulusan terbaik dari program studi Ilmu Politik yang sekaligus menjadi lulusan terbaik di FISIP  atas nama Mahlizar Syahfadillah dengan IPK 3.63 predikat cumlaude.

Acara pelepasan semacam ini pertama kali diselenggarakan sekitar 4 tahun yang lalu. Tujuannya agar para calon lulusan sebelum mengikuti acara wisuda yang diselenggarakan oleh pihak universitas, terlebih dahulu mengikuti acara pelepasan bersama para pimpinan fakultas dan program studi. Khawatir nanti apabila para lulusan langsung mengikuti wisuda yang diselenggarakan oleh universitas, kesempatan untuk bertemu dalam suatu forum resmi bersama pimpinan kampus dan program studi tidak terselenggara. Oleh sebab itu kedepan acara ini akan terus diselenggarakan sebagai wadah silaturahmi antara pihak fakultas dengan para calon wisudawan.

Dalam acara tersebut Dekan memberi sambutan dengan mengatakan menjadi sarjana bukan hanya mendapatkan ijazah tetapi menjadi masyarakat terdidik yang mengamalkan ilmu dengan baik dan bermanfaat. Pesan terakhir untuk wisudawan/wati yaitu selalu menjaga nama baik almamater dan tetap menjaga keislaman pada diri masing-masing dan diharapkan akan menjadi seseorang yang sukses dan menjadi kebanggaan bagi orang tua, almamater, serta bangsa dan negara. Acara ditutup dengan pembacaan doa.