FISIP Daring, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan studium general bekerjasama dengan ICRC membahas tentang Hubungan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam Dengan Konflik Bersenjata. Acara ini berlangsung pada tanggal 10 September 2019 pukul 09.00 – 12.00 WIB bertempat di Aula Madya FISIP UIN Jakarta.

Dalam acara ini mengundang narasumber yakni Dr. Ahmed Al Dawoody (Penasihat Hukum bidang Yurisprudensi dan Hukum Islam, ICRC) dan dimoderatori oleh Khoirun Nisa, MA.Pol dari Sekprodi Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta. Pembukaan acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan oleh Charles Dorman-O-Gowan (Kordinator Regional untuk Hubungan Humaniter, ICRC) dan Dekan FISIP yakni Dr. Ali Munhanif, M.A. Acara studium general merupakan agenda rencana tiap tahun FISIP dan berbentuk diskusi panel.

Dalam pemaparannya Al Dawoody mengatakan Hukum humaniter internasional adalah seperangkat aturan yang berupaya membatasi dampak konflik bersenjata dan bertujuan untuk melindungi orang-orang yang tidak lagi berpartisipasi dalam permusuhan dan membatasi cara dan metode perang.

“Dalam islam, islam juga telah menyusun literatur hukum yang mengesankan, yang seperti halnya hukum humaniter internasional (HHI) mengedepankan aspek kemanusiaan dalam perang dan menonjolkan sifat universalitas dari prinsip-prinsip HHI”ujarnya

Selesai narasumber memberikan pemaparan, dibuka sesi tanya jawab kepada narasumber oleh mahasiswa. Mahasiswa sangat aktif bertanya kepada narasumber dan antusias dari awal mengikuti studium general ini. Acara ditutup dengan pemberian cinderamata kepada narasumber dan foto bersama.