FISIP Daring, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari rabu 18 Desember 2019 mengadakan seminar yang bertajuk “Seminar Partai Politik Dan Kecenderungan Politik Oligarki”. Acara ini berlangsung di Auditorium Prof. Bahtiar Effendy yang dimulai pukul 10.00 – 13.00  WIB.

Seminar kali ini mengundang narasumber yakni Dr. Kuskridho Ambardi (UGM Yogyakarta), Prof. Dr. Syamsuddin Haris (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Prof. Dr. Ali Munhanif, M.A (FISIP UIN Jakarta). Acara ini dimoderatori oleh Dr. Iim Halimatusa’diyah yang mendapat antusias dari para mahasiswa, dosen, serta pengamat politik yang datang mengikuti kegiatan seminar ini.

Dr. Bakir Ihsan, M.Si selaku wakil dekan bidang akademik memberi sambutan dalam seminar ini dan dilanjutkan oleh narasumber yang memberi pemaparan. Dr. Kuskridho Ambardi mengungkapkan bahwa Dalam sepuluh tahun terakhir, dua perkembangan baru mewarnai politik kepartaian, yakni (1) meruyaknya polarisasi elit dan masyarakat, serta (2) semakin menggejalanya politik keluarga – atau yang populer dikenal dengan dinasti politik.

Selanjutnya pemateri yang kedua Prof. Syamsuddin Haris menjelaskan kehadiran parpol tidak otomatis menghadirkan sistem yang demokratis pula dan hanya parpol yang melembaga atau terinstitusionalisasi di dalam sistem kepartaian kompetitif yang bisa menghadirkan sistem demokrasi yang sehat dan terkonsolidasi namun Sebaliknya, partai yang tidak melembaga, apalagi parpol yang korup dan oligarkis, cenderung melahirkan sistem demokrasi yang tidaksehat, korup dan oligarkis.

Prof. Ali Munhanif, M.A menjadi pemateri terakhir yang mengungkapkan bahwa partai-partai islam gagal mempunyai suara mayoritas pada pemilu-pemilu di Indonesia dan sekularisme menjebak partai politik islam dalam kartelisasi.

Selesai memberikan pemaparan dilanjutkan sesi tanya jawab yang dilakukan oleh audiensi yang hadir terhadap pemateri dan dilanjutkan pemberian cinderamata kepada 2 pemateri oleh Dekan FISIP.