FISIP Daring, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik megadakan kuliah umum yang diselenggarakan pada hari Selasa, 22 September 2020 pukul 13.00 – 15.00 WIB. Acara ini menggunakan aplikasi Zoom untuk bertatap muka secara daring. Hal ini dikarenakan untuk mencegah penyebaran virus corona. Tema dari acara ini yaitu “DIPLOMASI RI DAN PEACE BUILDING DI AFGHANISTAN: Karakter Bangsa dan Tantangan Pembangunan di Dunia Islam”.

Kuliah umum kali ini mengundang pembicara yakni, Dr. Arief Rachman, MD (Duta Besar RI untuk Afghanistan), selain itu sambutan dari Dekan FISIP UIN Jakarta yakni Prof. Dr. Ali Munhanif, MA. dan pengantar kuliah umum yaitu Prof. Dr. Amany Lubis, MA. selaku Rektor UIN Jakarta. acara dimoderatori oleh Irfan Hutagalung, LLM. (Sekprodi Hubungan Internasional).

Dekan FISIP memberi sambutan pada acara kuliah umum ini dengan memberi harapan agar acara ini dapat membuka wawasan mahasiswa dalam hubungan internasional dan menjadi lebih produktif dalam menggali informasi yang positif. selanjutnya pengantar kuliah umum dari Rektor UIN jakarta yang diawal sedikit menceritakan pengalamannya saat pascasarjana mulai menggali pengetahuan tentang Afghanistan dengan menulis makalah sebanyak 3 halaman dengan narasumber orang mujahidin. “Sebenarnya konflik di Afghanistan bisa diselesaikan asalkan mempunyai rasa kebersamaan, persaudaraan dan rasa keadilan” ujar rektor.

kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh pembicara yakni Dr. Arief Rachman yang memberikan semangat dan harapan kepada generasi milenial untuk menjadi generasi yang tangguh, kompetitif dan dapat membawa Indonesia mencapai kesuksesan ditahun 2045. “ada perjanjian pada tanggal 13 september 2020 kemarin antara taliban dan afghanistan semoga menjadi kabar baik dan membawa perdamaian diantara kedua belah pihak” ujar arief. Masih dalam lanjutannya ada 6 juta orang afghanistan yang menjadi korban pada perang ini dan menjadi pelajaran untuk generasi milenial dengan mewujudkan Indonesia yang mandiri dan tidak ada pikiran untuk berkhianat kepada negara lain. Keberadaan indonesia dengan mayoritas penduduk muslim terbesar dengan membawa kebaikan islam di dalam konflik afghanistan dibutuhkan mereka dalam perdamaian antara afghanistan dengan taliban.

acara kuliah umum ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan Rektor dan Pembicara.