FISIP UIN Jakarta Gelar Seminar Internasional tentang Gerakan Islam dan Grammar of Action
Berita FISIP. Kamis 08 Oktober 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Introduction to the Concept of ‘Grammar of Action’ (Pragmatism) in the Sociology of Islamic Movements” pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Associate Professor Stéphane Lacroix dari Sciences Po, Paris, Prancis, sebagai narasumber.
Seminar dibuka dengan sambutan Dekan FISIP UIN Jakarta, Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah, M.Si., M.A., dan dimoderatori oleh Dr. Adlin Sila, M.A., Ph.D. Diskusi berfokus pada konsep grammar of action atau tata bahasa tindakan sebagai pendekatan sosiologis untuk memahami hubungan antara ideologi, keyakinan, dan praktik dalam gerakan Islam.
Dalam pemaparannya, Lacroix menjelaskan bahwa gerakan sosial dan keagamaan tidak cukup dipahami hanya melalui ideologi atau gagasan yang disampaikan. Pemahaman juga perlu melihat bagaimana gagasan tersebut diterapkan dalam tindakan, terutama ketika kelompok menghadapi perubahan sosial-politik atau situasi krisis.
Ia menjelaskan konsep tersebut melalui studi kasus gerakan Islam di Mesir, yaitu Ansar al-Sunna dan Ikhwanul Muslimin. Keduanya memiliki latar belakang perkembangan pemikiran Islam yang berkaitan, tetapi menunjukkan orientasi tindakan yang berbeda. Ansar al-Sunna lebih menekankan pemurnian teologis, sedangkan Ikhwanul Muslimin memberikan perhatian lebih besar pada dimensi politik.
Menurut Lacroix, perubahan tindakan tidak selalu berarti perubahan ideologi. Sebuah gerakan dapat mempertahankan prinsip dasarnya, tetapi menyesuaikan strategi dan praktik ketika menghadapi situasi tertentu. Oleh karena itu, pengamatan terhadap tindakan menjadi salah satu cara untuk memahami dinamika dan karakter suatu gerakan sosial.
Diskusi juga membahas penerapan konsep grammar of action untuk menganalisis gerakan keagamaan dan fenomena sosial-politik di Indonesia. Pendekatan ini dapat digunakan untuk membaca perilaku aktor dan kelompok sosial dengan tetap mempertimbangkan konteks sejarah serta lingkungan tempat mereka berkembang.
Melalui seminar internasional ini, FISIP UIN Jakarta mendorong penguatan wawasan akademik dan pemikiran kritis mahasiswa dalam memahami gerakan sosial dan keagamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif sosiologis dalam mengkaji dinamika masyarakat secara kontekstual.(Riani)
