FISIP UIN Jakarta Gelar Kuliah Umum Bahas Keamanan Maritim Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Berita FISIP. Selasa 22 September 2026 - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Membangun Keamanan Maritim Indonesia dalam Menghadapi Ketidakpastian Global Kontemporer” pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan berlangsung di Auditorium Bahtiar Effendy, Kampus 2 FISIP UIN Jakarta, dan menghadirkan Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio sebagai pemateri.
Kuliah umum diikuti mahasiswa dari berbagai jurusan, dengan mayoritas peserta berasal dari Program Studi Hubungan Internasional, serta dihadiri staf tenaga kependidikan dan tamu undangan. Kegiatan juga dapat diikuti secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube FISIP UIN Jakarta.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UIN Jakarta, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., menilai tema keamanan maritim relevan dengan kondisi global saat ini. Ia menyoroti posisi strategis jalur laut dunia, termasuk Selat Hormuz dan Selat Malaka, serta peran Indonesia dalam merespons dinamika keamanan maritim global.
Dekan FISIP UIN Jakarta, Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah, M.Si., M.A., turut menyampaikan pentingnya hubungan kerja sama antara UIN Jakarta dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan). Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan buku karya Prof. Marsetio berjudul “Sea Power Indonesia di Era Indo Pasifik” kepada pimpinan FISIP dan Program Studi Hubungan Internasional UIN Jakarta.
Dalam sesi utama, Prof. Marsetio membahas posisi strategis Indonesia sebagai negara maritim. Ia menjelaskan bahwa letak geografis Indonesia memiliki empat choke point yang berpotensi mendukung peran Indonesia sebagai poros maritim dunia. Ia juga menguraikan perkembangan geopolitik kawasan Indo-Pasifik, termasuk pengaruh maritim China melalui proyek Belt and Road Initiative (BRI) serta persaingan kekuatan Amerika Serikat dan China.
Kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab dengan mahasiswa. Pembahasan tidak hanya mencakup keamanan maritim Indonesia, tetapi juga isu kawasan, termasuk Selat Kra di Thailand. Prof. Marsetio menekankan bahwa kekuatan maritim tidak hanya berkaitan dengan pertahanan negara, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu Indonesia dalam menghadapi dan menanggulangi bencana.
Menutup pemaparannya, Prof. Marsetio menekankan pentingnya mempertahankan politik luar negeri Bebas-Aktif di tengah posisi strategis Indonesia dan dinamika persaingan Amerika Serikat-China. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan buku kepada mahasiswa yang aktif berdiskusi serta plakat kenang-kenangan dari Dekan FISIP UIN Jakarta kepada Prof. Marsetio.(Riani)
