FISIP UIN Jakarta Gelar Diskusi Publik dan Rilis Survei SMRC tentang Kepemimpinan Nasional
Berita FISIP. Kamis 15 Oktober 2026 - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar diskusi publik dan rilis hasil survei bertajuk “Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif 2029: Studi Evaluasi Opinion Leader” pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Prof. Bahtiar Effendy, Kampus II FISIP UIN Jakarta, Ciputat Timur.
Kegiatan tersebut membahas kualitas kepemimpinan sejumlah tokoh nasional berdasarkan studi opinion leaders yang dilakukan SMRC pada September 2026. Hasil survei dipaparkan oleh pendiri SMRC, Prof. Dr. Saiful Mujani, MA, dengan melibatkan penilaian dari kalangan akademisi, ilmuwan, dan jurnalis.
Dalam survei tersebut, Mahfud MD memperoleh rata-rata skor kualitas kepemimpinan tertinggi, yakni 7,6 dari skala 0–10. Sementara itu, Dedi Mulyadi dan sejumlah tokoh lainnya memperoleh skor 7,0. Adapun Prabowo Subianto memperoleh skor 5,1 dan Gibran Rakabuming Raka sebesar 4,4.
Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator kepemimpinan demokratik-transformatif, antara lain kapabilitas atau kompetensi, empati, integritas, akseptabilitas, sikap pluralis-inklusif, kemampuan memimpin, serta komitmen terhadap demokrasi dan kesejahteraan umum.
Berdasarkan hasil survei, Mahfud MD memperoleh skor tinggi pada sejumlah indikator, termasuk komitmen terhadap demokrasi sebesar 7,9, sikap pluralis-inklusif sebesar 7,7, serta kapabilitas dan kemampuan memimpin yang masing-masing memperoleh skor 7,6. Sementara itu, Dedi Mulyadi menonjol pada indikator empati dengan skor 7,1, sikap pluralis-inklusif sebesar 7,2, dan kemampuan memimpin sebesar 7,3.
Di sisi lain, Prabowo Subianto memperoleh skor 4,2 pada indikator komitmen terhadap profesionalisme TNI dan Polri. Adapun Gibran Rakabuming Raka memperoleh skor 3,7 pada indikator kapabilitas atau kompetensi. Hasil tersebut memperlihatkan adanya perbedaan penilaian terhadap kualitas kepemimpinan para tokoh berdasarkan indikator yang digunakan dalam survei.
Survei ini melibatkan 200 responden yang terdiri atas 166 akademisi atau ilmuwan dari berbagai bidang dan 34 jurnalis. Para responden diminta memberikan penilaian terhadap 31 tokoh nasional menggunakan skala 0–10. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik snowball sampling karena tidak tersedia daftar populasi opinion leaders secara nasional.
Dengan metode tersebut, hasil survei bersifat deskriptif dan mencerminkan penilaian responden yang terlibat, bukan representasi keseluruhan populasi opinion leaders di Indonesia.
Melalui diskusi publik dan pemaparan hasil survei ini, pembahasan mengenai kepemimpinan nasional ditempatkan dalam kerangka demokratik-transformatif, yaitu kepemimpinan yang tidak hanya memiliki kualitas personal dan komitmen terhadap demokrasi, tetapi juga kemampuan mendorong perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk membahas hasil evaluasi terhadap tokoh-tokoh nasional sekaligus memperluas pemahaman mengenai kriteria kepemimpinan yang dinilai penting dalam menghadapi dinamika politik Indonesia menuju 2029.(Riani)
