Dosen FISIP UIN Tindak Lanjut Kerja Sama dengan UNAND
Berita FISIP. Rabu 15 Juni 2026 - Salah seorang dosen Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta konferensi internasion di Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat. Konferensi yang bertajuk International Conference on the Social Dimension of Sustainable Development in Southeast Asia (ICSSD-SEA) digelar selama dua hari, Selasa-Rabu, 14-15 2026 di Gedung Conventian Hall Unand.
Keikutsertaan Iding Rosyidin dalam konferensi internasional tersebut sebagai tindak lanjut (followup) dari kerja sama yang telah ditandatangani antara FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan FISIP Unand beberapa waktu yang lalu. Tentu, diharapkan ke depan bentuk-bentuk kerja sama lainnya akan diimplementasikan dalam beragam aspek.
Konferensi menghadirkan sejumlah pembicara utama dari Australia dan negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. Dari Australia adalah Profesor Vedi Renandi Hadiz dari University of Melbourne. Sementara dari Asia Tenggara adalah Cantha Thanawattanawong. Ph.D dari Departmen Ilmu Politik, Ubon Ratchathani University, Thailang, Lamngeune Souliyavong dari Fakultas Ilmu Lingkungan, National University of Laos (NUOL), dan Mohammad Reevany Bin Bustamai dari Pusat Penyelidikan Dasar (CPR), Universitas Sains Malaysia (USM). Selain itu, ada dua pembiacara dari tuan rumah, Dr. Sofia Trisni, Program Studi Hubungan Internasional, FISIP Andalas.
Konferensi sendiri dilangsung secara luring (offline) dan daring (online) dengan 265 jumlah peserta di mana sebagian besar peserta mengikuti secara daring. Dan di acara pembukaan konferensi serta gala diner di kediaman wali kota Padang, tuan rumah menampilkan hiburan sejumlah tari dengan tari piring sebagai penampilan yang paling menyedot perhatian peserta.
Iding sendiri pada saat diskusi paralel menyampaikan paparanya yang berasal dari penelitian mandiri dengan judul Political Rhetoric of Women Ulama in KUPI on Environmental Issues yang terbagung di kluster Gender, Labour, and Inequality in SDG Pathways.
