5 Mahasiswa HI UIN Jakarta Ikuti Konferensi Misi Pégase 2026
5 Mahasiswa HI UIN Jakarta Ikuti Konferensi Misi Pégase 2026

Berita FISIP. Selasa 22 September 2026 - Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti Konferensi Misi Pégase 2026 yang diselenggarakan di Hotel Mandarin Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Nafisa Permata Shani, Anisa Amanda, Fauzahra Afrilla, Alwy Hafiz, dan Terryo Pradana. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai praktik hubungan internasional, khususnya terkait kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis.

Konferensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Misi Pégase 2026, sebuah program yang berkaitan dengan penguatan hubungan dan kerja sama Indonesia–Prancis, terutama dalam bidang pertahanan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk memahami lebih jauh hubungan bilateral kedua negara serta berbagai bentuk kerja sama yang dikembangkan dalam konteks hubungan internasional dan keamanan.

Dalam pemaparannya, Komandan Misi Pégase 2026, Julien Sabene, menjelaskan bahwa kerja sama melalui Misi Pégase antara Indonesia dan Prancis telah berlangsung selama tujuh tahun. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah pelaksanaan latihan bersama antara Angkatan Udara Prancis dan TNI Angkatan Udara Indonesia.

Menurut Julien, kerja sama tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam hubungan pertahanan kedua negara. Selain memperkuat hubungan bilateral, kegiatan bersama juga membuka ruang bagi pertukaran pengalaman serta peningkatan kapasitas antarinstitusi pertahanan Indonesia dan Prancis.

Julien juga menyampaikan bahwa keberlanjutan kerja sama Misi Pégase pada tahun-tahun mendatang belum dapat dipastikan. Hal tersebut dipengaruhi oleh dinamika politik global yang terus berkembang dan sulit diprediksi.

Bagi lima mahasiswa HI FISIP UIN Jakarta, keikutsertaan dalam konferensi ini memberikan pengalaman akademik untuk memahami secara lebih dekat bagaimana dinamika politik internasional dapat memengaruhi hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan antarnegara.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkaya pemahaman mengenai diplomasi, pertahanan, serta praktik hubungan internasional dalam dinamika global.(Riani)