FISIP Daring, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan studium general membahas tentang Kebijakan Luar Negeri Indonesia Terkait Persoalan Geopolitik Di Indo Pasifik. Acara ini berlangsung pada tanggal 17 Oktober 2018 pukul 09.00 – 12.00 WIB bertempat di Aula Madya FISIP UIN Jakarta.

Dalam acara ini mengundang narasumber yakni Prof. Dr. Aleksius Jemadu, Ph.D. dan dimoderatori oleh Ahmad Alfajri, MA dari Kaprodi Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta. Rangkaian acara dibuka oleh Kaprodi Hubungan Internasional yakni Ahmad Alfajri, MA. acara studium general merupakan agenda rencana tiap tahun FISIP dan berbentuk diskusi panel.

Dalam pemaparannya Prof. Dr. Aleksius Jemadu, Ph.D menegaskan Indonesia telah menyatakan secara terbuka inisiatif untuk membangun kerja sama Indo-Pasifik yang bersifat bebas, terbuka, inklusif dan komprehensif dan mempertahankan mekanisme-mekanisme yang dibangun ASEAN sebagai pilihan kelembagaan yang paling realistis untuk mewadahinya.

“Aspirasi geopolitik negara-negara besar yang membentuk diskursus tentang Indo-Pasifik yang pada gilirannya memengaruhi perilaku negara-negara di kawasan ini akan terus berkembang dan meniscayakan perlunya kerja sama agar tidak terjadi konflik yang merugikan semua pihak”, ujar Aleksius. Indonesia memiliki posisi yang unik karena kemampuannya untuk menjalin hubungan dengan semua negara besar (prinsip bebas aktif), tetapi pada saat yang sama merasa perlu mengamankan kepentingan nasionalnya terutama terkait kedaulatannya sebagai negara kepulauan yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Selesai narasumber memberikan pemaparan, dibuka sesi tanya jawab kepada narasumber oleh mahasiswa. Mahasiswa sangat aktif bertanya kepada narasumber dan antusias dari awal mengikuti studium general ini. Acara ditutup dengan pemberian cinderamata kepada narasumber dan foto bersama.