FISIP Daring. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Selasa, 27 Maret 2018 mengadakan Seminar Nasional yang bertajuk “Menolak Politik Uang dan SARA” yang terselenggara berkat kerja sama antara Laboratorium Prodi Ilmu Politik FISIP dengan Badan Pengawas Pemilu RI (BAWASLU).

Acara ini berlangsung di Auditorium FISIP UIN yang dimulai pukul 09.00 – 12.30  WIB. Pada kesempatan ini, panitia mengundang beberapa narasumber yakni M. Afifuddin M.SI (Bawaslu RI), Dr Burhanudin Muhtadi (Dosen FISIP UIN/Direktur Indikator Politik Indonesia), Dr Iding Rosyidin (Kaprodi Ilmu Politik FISIP UIN/Deputi Dir The Political Literacy Institue) dan dimoderatori oleh Adi Prasetyo (Dosen FISIP UIN).

Rangkaian acara dimulai dari sambutan-sambutan yang dilakukan oleh para pejabat FISIP UIN Jakarta. Acara ini juga dihadiri oleh Walikota Tanggerang Selatan yaitu Hj. Airin Rachmi Diany Wardana SH, MH.  Dalam sambutannya Airin menyinggung tentang bahaya politik uang dan SARA sebagai alat kampanye politik. Ia menegaskan bahwa jangan sampai ada perpecahan di kalangan masyarakat dari kontestasi politik yang akhirnya membuat gagal apa yang menjadi tujuan dalam demokrasi.

Sementara itu ketiga narasumber sepakat tentang bahayanya politik uang dan SARA dalam pilkada. Namun masing-masing memaparkan pandangannya berdasarkan perspektifnya. Afifuddin sebagai Komisioner Bawaslu banyak berbicara tentang regulasi kampanye dan pentingnya pengawasan. Burhanuddin Muhtadi sebagai pembicara kedua banyak mengungkapkan berbagai data atau temuan terkait dengan politik uang dan SARA. Sementara Iding Rosyidin lebih banyak berbicara mengenai pentingnya literasi politik bagi warga dalam rangka menangkal politik uang dan SARA.

Para peserta seminar tampaknya sangat antusias saat narasumber memaparkan pemikiran. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan komentar atau pertanyaan kepada para narasumber. Sebagai penutup acara, dilakukan pemberian cinderamata oleh panitia terhadap para narasumber (dimas).