Dzikri Nurhabibi Nahrowi

16 April 2014

Dirinya tak pernah menyangka bahwa suatu saat nanti akan terpilih menjadi finalis remaja ceria Jakarta Barat (RCJB). Berawal dari rasa penasarannya, Dzikri Nurhabibi Nahrowi memberanikan diri ikut seleksi RCJB. Untuk menjadi finalis, anak terakhir dari tiga bersaudara ini harus lolos dalam audisi ketat yang diikuti sekitar 200-an peserta. Wawasan luas, berpenampilan menarik, dan good behavior menjadi syarat mutlak untuk lolos. Setelah mengikuti tahap audisi yang ketat, ia bersama 14 remaja lainnya berhasil terpilih menjadi finalis Remaja CERIA (Cerdas, Energik, Responsif, Inovatif, dan Adabtif).

Remaja Ceria Jakarta Barat (RCJB) sejatinya adalah kegiatan pengembangan minat di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (DISORDA). Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan olah raga, merangkul pemuda dan melatih peserta untuk menjadi duta anti narkoba.

Saat ditemui Forum Pena, Dzikri tertarik mengikuti acara ini karena dirinya menyadari bahaya narkoba. “Saya ingin jadi duta anti narkoba, karena narkoba itu bahaya. Orang yang prestasinya bagus bisa jatuh dan hancur hidupnya gara-gara narkoba,” ujarnya saat ditemui di kediamannya Rabu, (9/4).

Selama masa karantina sebulan terakhir, Dzikri banyak mendapatkan ilmu.”Kita diajari public speaking, diberikan materi kesehatan, materi olahraga, materi anti narkoba dan terakhir kita baru saja mengadakan sosialisasi Earth Hour, Millenium Development Goals (MDGs) dan Asean Economy Community (AEC) saat Car Free Day,” tandas mahasiswa ilmu Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta ini.

Di akhir wawancara, dirinya mengajak seluruh pemuda khususnya mahasiswa FISIP UIN Jakarta lebih sadar untu bersama-sama menjauhi dan memerangi narkoba. (Cha-chan)

23 Agustus 2017
Informasi - Tokoh - Detail

Dzikri Nurhabibi Nahrowi

16 April 2014

Dirinya tak pernah menyangka bahwa suatu saat nanti akan terpilih menjadi finalis remaja ceria Jakarta Barat (RCJB). Berawal dari rasa penasarannya, Dzikri Nurhabibi Nahrowi memberanikan diri ikut seleksi RCJB. Untuk menjadi finalis, anak terakhir dari tiga bersaudara ini harus lolos dalam audisi ketat yang diikuti sekitar 200-an peserta. Wawasan luas, berpenampilan menarik, dan good behavior menjadi syarat mutlak untuk lolos. Setelah mengikuti tahap audisi yang ketat, ia bersama 14 remaja lainnya berhasil terpilih menjadi finalis Remaja CERIA (Cerdas, Energik, Responsif, Inovatif, dan Adabtif).

Remaja Ceria Jakarta Barat (RCJB) sejatinya adalah kegiatan pengembangan minat di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (DISORDA). Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan olah raga, merangkul pemuda dan melatih peserta untuk menjadi duta anti narkoba.

Saat ditemui Forum Pena, Dzikri tertarik mengikuti acara ini karena dirinya menyadari bahaya narkoba. “Saya ingin jadi duta anti narkoba, karena narkoba itu bahaya. Orang yang prestasinya bagus bisa jatuh dan hancur hidupnya gara-gara narkoba,” ujarnya saat ditemui di kediamannya Rabu, (9/4).

Selama masa karantina sebulan terakhir, Dzikri banyak mendapatkan ilmu.”Kita diajari public speaking, diberikan materi kesehatan, materi olahraga, materi anti narkoba dan terakhir kita baru saja mengadakan sosialisasi Earth Hour, Millenium Development Goals (MDGs) dan Asean Economy Community (AEC) saat Car Free Day,” tandas mahasiswa ilmu Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta ini.

Di akhir wawancara, dirinya mengajak seluruh pemuda khususnya mahasiswa FISIP UIN Jakarta lebih sadar untu bersama-sama menjauhi dan memerangi narkoba. (Cha-chan)