Isu Perbatasan Perlu jadi PerhatianSerius

12 Oktober 2017

Isu Perbatasan Perlu jadi PerhatianSerius

FISIP Daring. Konvensi Nasional Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII sangat penting karena selain sebagai ajang tahunan yang mempertemukan prodi Hubungan Internasional (HI) seluruh Indonesia, juga untuk merespons persoalan Hubungan Internasional Indonesia.

Demikian kata M. Adian Firnas M.Si. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Hubungan Internasional yang menjadi delegasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta bersama Dosen HI, Irfan Hutagalung, LLM., dalam Konvensi Nasional Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) VIII dengan tema “Membangun Wilayah Perbatasan dalam Perspektif Hubungan Internasional” di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (11/10/2017).


Konvensi Nasional ke VIII yang berlangsung pada 9-12 Oktober 2017 ini merupakan pertemuan imiah tahunan yang bertujuan untuk diseminasi riset-riset dosen melalui konferensi akademik, membahas kurikulum HI, kerjasama antar lembaga dan penguatan organisasi. Adian berkata bahwa acara tahun ini diikuti oleh 41 Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan total peserta sebanyak 106 orang.

“Karena Tuan Rumah adalah Universitas Mulawarman, maka tema yang diangkat adalah masalah perbatasan. Bahwa konvensi memberikan rekomendasi kepada pemerintah perlunya penanganan yang lebih serius terhadap masalah perbatasan, khususnya pembangunan infrastruktur, sosial ekonomi, dan pertahanan di wilayah perbatasan”, kata Kaprodi HI yang kerap disapa Adian.

Konvensi tahun ini bertepatan juga dengan pemilihan Ketua Umum periode 2017-2020. Pada pemilihan Ketua Umum, terpilih Dr. Yusran sebagai Ketua Umum AIHII periode 2017-2020. Selain itu, hasil konvensi ini berupa rekomendasi-rekomendasi akademik, kerjasama, dan organisasi.

Kaprodi HI menceritakan bahwa HI UIN Jakarta selalu aktif dan hadir dalam Konvensi AIHII sejak diadakannya konvensi pertama pada tahun 2009 hingga sekarang. Bahkan, pada tahun 2009 hingga 2012 HI UIN Jakarta terpilih sebagai Koordinator Wilayah Jabodetabek. Kehadiran delegasi dari UIN Jakarta yang diwakili oleh Kaprodi HI dan Dosen HI dalam konvensi, selain sharing dan diseminasi hasil riset melalui konferensi akademik, kedua delegasi ini bertukar pengalaman dalam pengelolaan program studi dengan program studi HI universitas lain, sehingga dapat mengambil hal-hal yang baik dalam pengelolaan program studi dan menerapakannya pada program studi di universitasnya masing-masing.

(yanfa/alma/iding)

14 Desember 2017
Informasi - Kegiatan - Detail

Isu Perbatasan Perlu jadi PerhatianSerius

12 Oktober 2017

Isu Perbatasan Perlu jadi PerhatianSerius

FISIP Daring. Konvensi Nasional Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII sangat penting karena selain sebagai ajang tahunan yang mempertemukan prodi Hubungan Internasional (HI) seluruh Indonesia, juga untuk merespons persoalan Hubungan Internasional Indonesia.

Demikian kata M. Adian Firnas M.Si. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Hubungan Internasional yang menjadi delegasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta bersama Dosen HI, Irfan Hutagalung, LLM., dalam Konvensi Nasional Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) VIII dengan tema “Membangun Wilayah Perbatasan dalam Perspektif Hubungan Internasional” di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (11/10/2017).


Konvensi Nasional ke VIII yang berlangsung pada 9-12 Oktober 2017 ini merupakan pertemuan imiah tahunan yang bertujuan untuk diseminasi riset-riset dosen melalui konferensi akademik, membahas kurikulum HI, kerjasama antar lembaga dan penguatan organisasi. Adian berkata bahwa acara tahun ini diikuti oleh 41 Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan total peserta sebanyak 106 orang.

“Karena Tuan Rumah adalah Universitas Mulawarman, maka tema yang diangkat adalah masalah perbatasan. Bahwa konvensi memberikan rekomendasi kepada pemerintah perlunya penanganan yang lebih serius terhadap masalah perbatasan, khususnya pembangunan infrastruktur, sosial ekonomi, dan pertahanan di wilayah perbatasan”, kata Kaprodi HI yang kerap disapa Adian.

Konvensi tahun ini bertepatan juga dengan pemilihan Ketua Umum periode 2017-2020. Pada pemilihan Ketua Umum, terpilih Dr. Yusran sebagai Ketua Umum AIHII periode 2017-2020. Selain itu, hasil konvensi ini berupa rekomendasi-rekomendasi akademik, kerjasama, dan organisasi.

Kaprodi HI menceritakan bahwa HI UIN Jakarta selalu aktif dan hadir dalam Konvensi AIHII sejak diadakannya konvensi pertama pada tahun 2009 hingga sekarang. Bahkan, pada tahun 2009 hingga 2012 HI UIN Jakarta terpilih sebagai Koordinator Wilayah Jabodetabek. Kehadiran delegasi dari UIN Jakarta yang diwakili oleh Kaprodi HI dan Dosen HI dalam konvensi, selain sharing dan diseminasi hasil riset melalui konferensi akademik, kedua delegasi ini bertukar pengalaman dalam pengelolaan program studi dengan program studi HI universitas lain, sehingga dapat mengambil hal-hal yang baik dalam pengelolaan program studi dan menerapakannya pada program studi di universitasnya masing-masing.

(yanfa/alma/iding)