FISIP DARING. Selasa (18/9) lalu salah satu agenda tahunan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah sekali lagi sukses dilaksanakan. International Relations Championship atau yang lebih dikenal dengan singkatan IRON. Pertama kali diselenggarakan sejak 2016,  IRON telah sukses terlaksana sebanyak tiga kali. IRON 2018 dilaksanakan selama dua hari, dibuka pada Senin (17/9) dan ditutup dengan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah pada Selasa (18/9). ­

IRON 2018 mengangkat tema ‘facing the 4th industrial revolution with the breakthrough of youth’ .  Ridho selaku ketua panitia IRON 2018 mengaku mengangkat tema ini karena melihat persoalan revolusi industri ke-4 adalah pembahasan yang sedang menjadi perhatian. “Kami ingin melihat bagaimana pandangan mahasiswa Indonesia mengenai fenomena ini, apakah revolusi industri ke-4 perlu dipandang sebagai suatu ancaman atau suatu peluang untuk Indonesia.” Lanjut Ridho.

Rangkaian kegiatan dalam IRON 2018 sedikit berbeda dengan IRON tahun sebelumnya. IRON 2018 menyuguhkan kompetisi debat nasional berbahasa inggris dan pidato dalam bahasa inggris. IRON 2018 dihadiri oleh peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Khususnya kompetisi pidato bahasa inggris, perhelatan kali ini menarik peserta tidak hanya dari Jabodetabek, peserta dari Universitas Sumatera Utara dan UPN Yogyakarta pun turut berpartisipasi. Peserta kompetisi debat sendiri terdiri dari 12 tim, masing-masing tim beranggotakan tiga orang

Rangaian acara IRON 2018 ditutup dengan pengumuman pemenang kompetisi. Kompetisi debat bahasa inggris dimenangkan oleh tim dari BINUS A, dan di posisi kedua diisi oleh BINUS B. selain penghargaan kepada tim yang memenangkan debat, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta debat dengan predikat Best Speaker yang jatuh kepada Agnes Isna dari BINUS. Sedangkat kompetisi pidato bahasa inggris, dimenangkan oleh Jeremy Christian Simanjuntak dari PKN STAN. Juara kedua diraih oleh Rahmat Ardiansah Putra dari BINUS. Terakhir, juara ketiga diraih oleh Hayuningtyas Aneswari Pujantoro dari UIN Jakarta.

Perhelatan IRON ini diharapkan dapat menjadi media bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan melatih kemampuan public speaking dan berpikir kritis. Kedepan, panitia berharap perhelatan IRON 2018 dapat menjangkau peserta lebih banyak lagi, terutama dari universitas luar jabodetabek. Semoga dengan perhelatan ini semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mengembangkan kemampuannya dalam berbicara di hadapan publik. (Alma Najmia)